Bogor – Tembok Penahan Tanah (TPT) pada proyek pembangunan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Rancabungur, Kabupaten Bogor, dilaporkan ambruk dan menimpa area setu di sekitarnya. Insiden ini segera memicu sorotan publik, terutama terkait kualitas pengerjaan infrastruktur senilai sekitar Rp18 miliar yang didanai oleh anggaran pemerintah daerah.

Ambruknya TPT tersebut menambah daftar panjang perhatian publik terhadap kualitas pembangunan fasilitas umum di Kabupaten Bogor.

Pemerintah Kecamatan Turun Tangan

Menyikapi insiden ini, Pemerintah Kecamatan Rancabungur memastikan telah meninjau langsung lokasi kejadian. Camat Rancabungur, Dita Aprilia, menegaskan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi intensif dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor untuk menindaklanjuti dan menangani dampak ambruknya TPT.

“Sudah kami tinjau ke lokasi dan saat ini sedang berkoordinasi dengan Dispora Kabupaten Bogor. Akan segera ditindaklanjuti,” ujar Dita Aprilia kepada wartawan melalui pesan singkat, Jumat (23/1/2026).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci penyebab ambruknya TPT tersebut, termasuk potensi dampak lanjutan terhadap lingkungan sekitar setu. Pemerintah setempat berjanji penanganan akan dilakukan sesuai kewenangan instansi terkait.

Tuntutan Audit Kualitas Proyek

Sorotan tajam terhadap proyek GOM Rancabungur juga datang dari kalangan mahasiswa yang aktif mengkritisi pembangunan daerah. Khotman Fadhil Nurhuda, salah satu mahasiswa, menilai bahwa pembangunan fasilitas publik harus mengutamakan aspek kualitas dan keselamatan.

“Setiap pembangunan fasilitas umum seharusnya dibangun dengan baik karena menyangkut keselamatan masyarakat. Terlebih jika anggarannya besar dan lebih dari cukup untuk membangun fasilitas yang kokoh,” tegas Khotman.