DEPOK – Toko Rumah Serba Ada (RSA) di Jalan Pekapuran Raya, Cimanggis, Kota Depok, tengah menghadapi krisis multidimensi yang mencakup teror psikologis hingga konflik hukum. Serangkaian temuan ganjil berupa bangkai tikus tanpa kepala dan tanah berbau menyengat ditemukan di area toko, berbarengan dengan proses hukum yang menjerat pemiliknya.
Kejadian yang menimbulkan keresahan di kalangan karyawan dan manajemen ini diduga merupakan bentuk intimidasi yang sengaja dilancarkan untuk menghambat pemulihan usaha.
Teror Bangkai Tikus dan Tanah Kuburan
Menurut kesaksian Billa dan Intan, dua staf yang bertugas membuka toko, teror fisik dan psikologis ini sudah terjadi berulang kali. Setiap pagi, mereka kerap menemukan bangkai tikus tanpa kepala di depan pintu toko atau area gudang.
“Mau buka toko sering banget ada bangkai tikus tanpa kepala, terakhir tiga hari lalu,” ujar Billa saat ditemui pada Senin (12/1).
Kejadian tersebut diperparah dengan temuan tanah yang menyertai bangkai tikus. Tanah tersebut disebut memiliki aroma khas seperti tanah pemakaman, menambah kesan mistis dari serangkaian kejadian tersebut. Manajemen RSA menduga penemuan ini disengaja untuk menimbulkan ketakutan dan mengganggu operasional.
Selain teror mistis, pihak RSA juga mengalami kerugian operasional. Pemilik RSA, Tia Ocvaria Hinnarti, mengungkapkan bahwa mobil bak operasional toko sempat diambil oleh seseorang yang mengaku dari pihak leasing.
“Supir saya menyerahkan saja malam hari, ngakunya dari leasing. Padahal mobil itu dibeli secara tunai (cash), makanya kami lapor ke kepolisian,” jelas Tia.
Tia menduga bahwa gangguan-gangguan tidak wajar ini adalah upaya sistematis dari pihak-pihak tertentu yang berniat buruk untuk menghambat upaya RSA bangkit kembali. “Kami mau recovery toko, meningkatkan value lagi, tapi ya banyak saja halangan dari orang yang berniat buruk,” tambahnya.