KOTA BOGOR – Proyek rehabilitasi struktur Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Kota Bogor telah rampung dikerjakan. Perbaikan ini dilakukan secara mendesak untuk mengatasi kondisi bangunan yang mengalami kerusakan struktural, termasuk lantai yang bergetar dan berpotensi runtuh.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sapras) Dinas Pendidikan Kota Bogor, Muhammad Soleh, menjelaskan bahwa fokus utama pekerjaan ini adalah penguatan elemen bangunan demi menjamin keselamatan pengguna sekolah.
"Kita rehabilitasi terkait dengan strukturnya. Kita bongkar semua plat lantainya di dua ruang kelas, lalu kita cor ulang dan perkuat lagi sesuai dengan teknis perencanaan," jelas Muhammad Soleh di Bogor, Rabu (15/12).
Soleh menegaskan bahwa perbaikan struktur menjadi prioritas utama dinas, mengingat risiko keselamatan yang mengintai jika bangunan tidak segera diperbaiki.
"Jika kita tidak perbaiki, (lantai) bisa runtuh. Walaupun banyak pekerjaan lain yang harus dikerjakan, kami prioritaskan perbaikan strukturnya terlebih dahulu," tegasnya.
Selain penguatan struktural, proyek ini juga mencakup peningkatan fasilitas lainnya. Peningkatan tersebut meliputi pemasangan lantai granit, pergantian rangka, loster ventilasi (petilasi), dan pemasangan plafon baru. Total tiga ruang kelas mendapatkan perbaikan menyeluruh ini.
Proyek yang dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini telah selesai sepenuhnya pada akhir tahun ini dan saat ini hanya menyisakan tahap pembersihan akhir.
Soleh berharap perbaikan infrastruktur ini dapat memberikan dampak positif terhadap semangat belajar mengajar. "Harapannya, anak-anak bisa lebih semangat belajar, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Bogor, khususnya di SMPN 7," pungkasnya.