Bogor, 8 September 2025 – Masjid Nur Inayah Makorem 061/SK, Kota Bogor, dipenuhi suasana haru dan khidmat pada Senin siang (8/9). Ratusan prajurit TNI, PNS, hingga keluarga besar Korem berkumpul dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1447 H. Kegiatan keagamaan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana memperkuat keimanan di tengah kesibukan tugas sehari-hari.
Mengangkat tema *“Membangun Karakter Personel TNI Prima melalui Sunnah Rasulullah SAW, Teladani Akhlak Mulia Nabi Muhammad SAW,”* peringatan Maulid kali ini tidak hanya sebatas ritual keagamaan, melainkan juga ajakan untuk menghayati nilai-nilai keteladanan Nabi dalam kehidupan nyata.
Acara dibuka dengan doa bersama, dilanjutkan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz H. Majudin. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa Rasulullah adalah sosok yang sabar, penuh kasih sayang, dan rela berkorban demi umatnya. Nilai-nilai itu, kata dia, harus menjadi pegangan setiap insan, terlebih bagi prajurit TNI yang memiliki amanah besar menjaga bangsa dan negara.
Turut hadir Danrem 061/SK, para pejabat utama Korem, serta perwira staf. Kehadiran jajaran pimpinan memperlihatkan betapa pentingnya momen keagamaan ini bagi seluruh personel. Tidak hanya memperkuat ikatan spiritual, tetapi juga menumbuhkan rasa persaudaraan yang erat di lingkungan Korem.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem 061/SK memberikan sambutan khusus. Ia menekankan bahwa kekuatan prajurit sejati tidak hanya diukur dari kemampuan militer semata, tetapi juga dari akhlak dan keteladanan. *“Kita semua harus meneladani Nabi Muhammad SAW. Beliau mengajarkan kesabaran, keberanian, dan kasih sayang. Nilai-nilai inilah yang harus melekat pada setiap prajurit, baik dalam bertugas maupun berinteraksi dengan masyarakat,”* ujar Danrem.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar setiap personel menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai sarana introspeksi. Menurutnya, semakin tinggi kedudukan seorang prajurit, semakin besar pula tanggung jawab untuk menunjukkan sikap rendah hati dan keteladanan. *“Prajurit yang kuat adalah yang mampu menjaga hati, pikiran, dan tindakannya tetap sesuai dengan ajaran Rasulullah,”* tambahnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, negara, dan seluruh prajurit TNI. Suasana sederhana namun penuh makna itu menegaskan bahwa Maulid Nabi di Makorem 061/SK bukan hanya acara seremonial, tetapi juga momentum spiritual untuk menanamkan nilai-nilai luhur Rasulullah dalam setiap pengabdian.
---
Apakah Anda ingin saya lanjutkan dengan **versi ketiga** yang lebih populer ala media online (lebih ringan, menekankan suasana hangat dan humanis)?