BOGOR – Kondisi Jalan Wisata Gunung Pancar, yang menghubungkan Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, mengalami kerusakan parah di sejumlah titik. Kerusakan ini tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan pengendara, terutama di malam hari.
Salah satu titik terparah berada di Turunan Sabana Tumbuhejo Wangun. Aspal jalan di lokasi tersebut hancur dan berlubang, yang dilaporkan telah menyebabkan sejumlah kecelakaan tunggal.
Warga setempat menyebutkan bahwa kerusakan jalan ini sudah berlangsung lama, bahkan sejak tahun 2024, namun hingga penghujung tahun 2026 belum terlihat adanya upaya pemeliharaan dari dinas terkait.
“Ban depan sepeda motor saya tergelincir saat melintas di turunan tanpa Penerangan Jalan Umum (PJU) itu. Saya sempat panik karena di sebelah kiri jalan itu jurang,” ujar Elah, warga RW 04 Desa Karang Tengah, yang menjadi korban tergelincir pada Rabu (24/12/2025) malam.
Beruntung, Elah tidak mengalami luka serius setelah pengendara di belakangnya sigap berhenti dan membunyikan klakson sebagai peringatan.
Keluhan serupa disampaikan oleh Ujang, seorang pekerja di kawasan Leuwikunten. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak sudah berlangsung lebih dari setahun dan berdampak negatif pada sektor pariwisata.
“Sudah setahun lebih jalan aspal depan Leuwikunten ini belum diperbaiki. Banyak wisatawan yang mengeluh, terutama para pengendara sepeda motor,” keluhnya.
Kepala Dusun Wangun, Acim, membenarkan bahwa kerusakan jalan aspal tersebut terbentang mulai dari Kampung Ligoong hingga Kampung Wangun dengan total belasan titik kerusakan.
“Yang memperparah lagi, bekas pengerjaan saluran air di Kampung Ligoong juga merusak lapisan jalan aspal,” ungkap Acim.