BOGOR – Universitas Islam Bogor (UIB) resmi memulai rangkaian program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 2026 dengan menggelar pembekalan bagi 462 mahasiswa. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UIB, Bogor, pada Sabtu (2/5/2026) ini bertujuan mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun langsung mengabdi ke tengah masyarakat.

Rektor UIB, Syamsul Rizal, menegaskan bahwa KKM merupakan tahapan akademik krusial yang wajib ditempuh oleh setiap mahasiswa sebagai syarat menuju kelulusan. Ia berharap seluruh mahasiswa yang terdaftar dapat mengikuti program ini dengan sungguh-sungguh demi kelancaran studi mereka.

“Ini adalah kewajiban akademik. Saya berharap 462 mahasiswa ini bisa ikut semua. Baik kendala finansial maupun kesehatan harus dikomunikasikan, karena KKM ini menentukan wisuda kalian tahun depan,” ujar Syamsul dalam arahannya.

Lebih lanjut, Syamsul mengimbau mahasiswa agar tidak ragu melakukan konsultasi jika menghadapi hambatan selama proses persiapan maupun pelaksanaan. Pihak universitas telah menyediakan ruang koordinasi melalui para Wakil Rektor (Warek) sesuai dengan bidang kendala yang dihadapi.

“Jika ada kendala keuangan, silakan konsultasi ke Warek II. Kendala nilai ke Warek I, dan jika merasa kurang pengalaman, bisa berkonsultasi ke Warek III,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor III UIB, Galih Pratama, menekankan pentingnya pendekatan sistematis dalam pelaksanaan KKM. Ia mengingatkan mahasiswa untuk bersinergi dengan perangkat daerah dan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal di lokasi penugasan.

“Mahasiswa harus melanjutkan program-program yang sedang dijalankan pemerintah daerah, mulai dari tingkat RT, RW, hingga desa. Inisiatif program baru yang dikembangkan juga tidak boleh bertentangan dengan kultur masyarakat setempat,” jelas Galih.

Antusiasme juga datang dari peserta, salah satunya Rian, mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI). Menurutnya, KKM adalah momentum yang tepat untuk menguji relevansi ilmu yang didapat di bangku kuliah dengan realitas di lapangan.

“Melalui KKM, kita dapat mengaplikasikan dan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Bahkan, hal-hal yang kita pahami sebelum masa kuliah pun bisa kita dedikasikan untuk masyarakat selama program ini berlangsung,” ungkap Rian.