BOGOR — Sebanyak 21 pelajar asal Tamavitaya Mulnity School, Thailand, resmi mengakhiri program pertukaran pelajar selama dua pekan di Bogor. Acara penutupan yang berlangsung penuh haru tersebut digelar di Auditorium Gedung C Universitas Islam Bogor (UIB) pada Senin (20/4/2026) siang.

Selama berada di Indonesia, para pelajar tersebut mengikuti berbagai rangkaian kegiatan akademik maupun non-akademik di Pesantren Modern Ummul Quro Al Islami, Leuwiliang. Interaksi intensif dengan para santri selama 14 hari membangun kedekatan emosional yang melampaui hubungan formal peserta program.
Momen perpisahan menjadi puncak emosional dalam rangkaian acara tersebut. Isak tangis pecah saat para siswi saling merangkul, seolah enggan mengakhiri kebersamaan yang telah terjalin singkat namun mendalam.
“Saya belum ingin pulang. Di sini sudah seperti rumah sendiri,” ujar salah satu peserta, Taranda Paokaday, dengan mata berkaca-kaca.
Pengalaman hidup di lingkungan pesantren memberikan kesan mendalam bagi para pelajar asal Negeri Gajah Putih tersebut. Mereka tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga menyerap nilai-nilai kebersamaan, kedisiplinan, serta pola kehidupan sehari-hari para santri di Leuwiliang. Kedekatan ini menjadi bukti bahwa perbedaan latar belakang budaya bukan merupakan penghalang untuk saling memahami.
Program ini menegaskan bahwa pertukaran pelajar bukan sekadar agenda akademik rutin, melainkan ruang perjumpaan lintas budaya yang efektif untuk menumbuhkan empati dan persahabatan global sejak dini. Meski program telah berakhir, hubungan yang terbangun di Leuwiliang diharapkan menjadi awal bagi kerja sama dan silaturahmi yang berkelanjutan di masa depan.