JAKARTA – Mabes Polri memberikan klarifikasi terkait keterlibatan institusi Korps Bhayangkara dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Polri menegaskan bahwa inisiatif ini murni merupakan dukungan terhadap program prioritas pemerintah dan bukan berorientasi pada keuntungan bisnis.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menyatakan bahwa pengelolaan SPPG Polri bertujuan untuk menyukseskan program nasional guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak sekolah.

“Pengelolaan SPPG Polri tidak berorientasi kepada keuntungan, melainkan untuk menyukseskan program pemerintah,” ujar Irjen Johnny dalam keterangan resminya di Jakarta.

Johnny menjelaskan bahwa pembangunan dan operasional SPPG Polri berada di bawah koordinasi Yayasan Kemala Bhayangkari. Ia menekankan bahwa pendanaan program ini sama sekali tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Polri.

“Pembangunan SPPG tidak memakai APBN maupun DIPA Polri, sehingga tidak mengganggu operasional kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya. Skema pembiayaan dilakukan melalui mekanisme internal non-anggaran negara guna memastikan akuntabilitas tanpa membebani keuangan publik.

Dalam pelaksanaannya, SPPG Polri mengedepankan standar pelayanan dan kualitas gizi yang ketat. Fokus utama unit ini meliputi sanitasi proses produksi, pengawasan kualitas bahan baku, pemenuhan standar nutrisi sesuai kebutuhan anak, serta ketepatan waktu distribusi untuk menjaga kesegaran makanan.

Terkait aspek pengawasan, Irjen Johnny memastikan bahwa seluruh aktivitas SPPG Polri berada di bawah kendali Badan Gizi Nasional (BGN). Mekanisme pengawasan yang diterapkan setara dengan SPPG lainnya di seluruh Indonesia, tanpa ada perlakuan khusus.

Untuk menjamin transparansi, sistem pembiayaan menggunakan mekanisme virtual account. Skema digital ini memungkinkan pencatatan transaksi secara real-time, mempermudah proses audit keuangan, serta memastikan pertanggungjawaban yang jelas.

“Fokus kami adalah menyukseskan program pemerintah dan memastikan kualitas pelayanan terbaik bagi penerima manfaat. Kami ingin memastikan MBG benar-benar memberikan manfaat optimal bagi generasi muda,” pungkas Irjen Johnny.