JAKARTA - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya terus berkomitmen mendorong kemandirian dan ketangguhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jakarta. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN menginisiasi pembentukan Hub UMK Jakarta sebagai wadah akselerasi bagi para pelaku usaha lokal.

Senior Officer Komunikasi dan TJSL PT PLN UID Jakarta Raya, Septa Aryo Widyanarko, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil untuk memperluas penyerapan UMKM di Jakarta. Berdasarkan data, dari total 658.365 UMKM yang ada di DKI Jakarta, baru sekitar 12.631 pelaku usaha yang terserap melalui Rumah BUMN.

"Kami membentuk Hub UMK Jakarta pada 10 Juni 2023 agar dampak program TJSL bisa menjangkau sasaran yang lebih luas dan masif," ujar Septa dalam diskusi pemberdayaan UMKM di Jakarta Pusat, Senin (2/3).

Evaluasi internal menunjukkan program ini memberikan dampak positif yang signifikan. Capaian dampak program tercatat sebesar 90,66 persen, sementara dari aspek keberlanjutan (sustainability) mencapai angka 94,29 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa program pembinaan PLN telah sesuai dengan kebutuhan nyata para pelaku usaha di lapangan.

Selain memberikan pelatihan, PLN menyelaraskan program ini dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Strategi ini menempatkan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan, bukan sekadar pelengkap sektor industri.

Tak hanya fokus pada pengembangan bisnis, PLN juga memberikan solusi teknis terhadap kendala infrastruktur listrik yang sering dihadapi UMKM pinggir jalan. Salah satu isu utama adalah praktik penarikan kabel liar yang berisiko memicu kecelakaan listrik dan merusak jaringan distribusi.

Sebagai solusi, PLN memperkenalkan layanan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) Berkelompok. Melalui skema ini, para pelaku UMKM dapat mengakses listrik secara legal, aman, dan terjangkau. Administrasi dilakukan secara kolektif dengan pembagian biaya yang merata, sehingga memberikan rasa aman bagi pedagang dalam menjalankan usahanya.

Langkah ini merupakan bentuk keberpihakan PLN dalam memastikan UMKM kecil mendapatkan fasilitas kelistrikan yang layak dan sesuai aturan. Edukasi terus diberikan agar para pelaku usaha dapat beroperasi tanpa risiko keamanan listrik.

"Kami optimis, melalui sinergi bersama berbagai pemangku kepentingan, UMKM binaan PLN dapat tumbuh dan menjadi pilar penggerak ekonomi yang tangguh di Jakarta," pungkas Septa.*