BOGOR BARAT – Ikatan Wartawan Online (IWO) PD Bogor Raya berkolaborasi dengan Komunitas Perempuan Berkebaya menyelenggarakan lomba “Kecantikan Sunda 2025” di Mall Bogor Trade Mall (BTM). Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ibu, sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Kolaborasi unik antara jurnalis dan aktivis budaya ini menarik perhatian pengunjung BTM. Ketua IWO PD Bogor Raya, Didin Brodin, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab sosial wartawan dalam menjaga akar budaya bangsa.
“Wartawan bukan hanya bertugas meliput, tetapi juga berperan sebagai pelestari. Kami ingin menunjukkan bahwa media dapat menjadi jembatan yang menghubungkan tradisi dengan generasi muda,” ujar Didin.
Kebaya Sunda, dengan ciri khas detail bordir dan siluet anggun, menjadi fokus utama dalam ajang ini. Sekretaris Jenderal IWO PD Bogor Raya, Telly Nathalia, menekankan pentingnya dokumentasi dan riset terhadap kekayaan ragam kebaya Sunda yang belum banyak terpublikasi.
“Setiap motif dan potongan kebaya memiliki narasi sejarahnya sendiri. Lomba ini adalah cara kami menghidupkan kembali narasi-narasi tersebut dan memastikan warisan ini tidak hilang,” jelas Telly.
Ella, Ketua Panitia sekaligus Bendahara IWO PD Bogor Raya, menambahkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap busana tradisional.
“Bogor memiliki sejarah panjang sebagai kota budaya. Kami berharap anak-anak muda merasa bangga mengenakan kebaya, tidak hanya di acara formal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ella.
Dengan iringan musik tradisional, para peserta tampil memukau di atrium BTM. Penilaian dilakukan secara ketat berdasarkan kesesuaian dengan pakem Kebaya Sunda, tata rias, serta pembawaan yang mencerminkan kelembutan dan keanggunan perempuan Pasundan.
Ketua Umum IWO Pusat, Dwi Christianto, yang turut hadir, mengapresiasi inisiatif ini, menyebut acara “Kecantikan Sunda 2025” sebagai angin segar di tengah derasnya arus budaya pop.