BOGORBARAT- Majelis Taklim Nurul Jannah menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Kampung Pabuaran, Ciampea, Kabupaten Bogor, Minggu (28/12/2025). Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri antusias oleh warga setempat dan bertujuan memperkuat keimanan serta persatuan umat.

Peringatan Isra Mikraj merupakan momen penting bagi umat Islam. Peristiwa ini adalah perjalanan suci dalam satu malam, meliputi Isra (perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa) dan Mikraj (perjalanan naik dari Masjidil Aqsa ke langit tertinggi hingga Sidratul Muntaha), di mana Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT. Peristiwa ini dijadikan tonggak penting keimanan dan spiritualitas, serta menjadi momentum untuk refleksi dan peningkatan ibadah.

Dalam acara tersebut, panitia menghadirkan penceramah terkemuka, KH. Hilman Mubarok (dikenal sebagai Aa Rhoma Muda Sukabumi), serta Qori Provinsi Dirwan Syahrudin.

Muhammad Jojoh, Ketua Panitia penyelenggara, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara.

“Kami sangat bersyukur karena acara hari ini dapat terlaksana dengan baik, dan antusiasme warga yang hadir sangat luar biasa,” kata Jojoh.

Jojoh juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung. “Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia serta warga masyarakat Kampung Pabuaran yang telah memberikan dukungan tenaga, pikiran, dan materi hingga acara ini terwujud. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Bapak Ali Taufan Vinaya serta Ibu Neng yang sangat mensupport acara ini hingga berjalan lancar dan meriah,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ali Taufan Vinaya, salah satu tokoh yang memberikan dukungan penuh, mengungkapkan kedekatannya dengan wilayah tersebut.

“Kampung Pabuaran ini merupakan rumah kedua saya setelah Pamijahan. Insya Allah, setiap kegiatan di sini akan selalu saya hadiri karena saya merasa sudah menjadi bagian dari keluarga besar Kampung Pabuaran,” ungkap Ali Taufan.

Ali Taufan berharap peringatan Isra Mikraj ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antarwarga.