BOGOR – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Yayasan Peduli Pembangunan Indonesia (PPI) Qaila menggelar kegiatan bertajuk “De Cluttering and Green Ramadhan” di Bogor. Acara ini dirancang sebagai sarana edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan semangat berbagi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Ketua Yayasan PPI Qaila, Tika Rianti Sukmana, menjelaskan bahwa agenda ini sengaja dilaksanakan sebelum memasuki bulan puasa. Hal ini bertujuan agar para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat berpartisipasi maksimal sebelum disibukkan dengan aktivitas usaha selama Ramadan.

“Kami mengajak masyarakat melakukan decluttering, yaitu gerakan bersih-bersih lemari dan diri. Barang-barang lama yang masih layak pakai dikumpulkan untuk didonasikan atau dijual kembali dengan harga terjangkau. Ini adalah bagian dari semangat berbagi menyambut bulan suci,” ujar Tika.

Selain bazar pakaian layak pakai, panitia juga membagikan bibit tanaman secara gratis. Program ini terlaksana berkat kerja sama dengan badan pembibitan serta Perwita Wana Kencana dari Kementerian Kehutanan Bogor. Melalui aksi ini, masyarakat, khususnya kaum ibu, didorong untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan hijau.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini juga menjadi wadah pemberdayaan perempuan. Sebanyak 30 gerai UMKM yang mayoritas dikelola oleh perempuan turut meramaikan bazar. Tidak hanya berjualan, para pelaku usaha juga mendapatkan fasilitas layanan konsultasi gratis untuk pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal demi memperkuat legalitas usaha mereka.

Pada hari kedua, acara diisi dengan pelatihan pembuatan tempe dari kacang koro. Inovasi ini diperkenalkan sebagai alternatif bahan baku lokal untuk mengganti kedelai impor. Selain pelatihan teknis, tersedia pula demo masak gratis dari sponsor serta peluang usaha produk makanan beku (frozen food) bagi masyarakat yang berminat menjadi reseller atau distributor.

Aksi sosial juga tampak dari kontribusi UMKM Pasir Jaya yang mendonasikan 400 tahu dan 100 porsi Bakso Bu Hani untuk dibagikan kepada pengunjung selama acara berlangsung.

Saat ini, Yayasan PPI Qaila telah membina lebih dari 400 pelaku UMKM melalui jaringan komunikasi digital. Tika berharap program semacam ini dapat terus berlanjut dan mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah.

“Kami berharap UMKM dapat lebih dilibatkan dalam program pemerintah, baik di tingkat kota maupun kecamatan. Tujuannya agar perputaran ekonomi lokal semakin sehat, kuat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.*