Sukabumi – Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mendadak jadi pusat perhatian pada Selasa pagi, 22 Juli 2025. Ribuan warga berkumpul menyambut dua tokoh penting yang datang membawa kabar baik: Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku KASAD, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Keduanya meresmikan sistem irigasi pertanian baru yang diyakini akan mengubah wajah pertanian di daerah itu.

Tak kurang dari 1.000 orang hadir dalam seremoni yang digelar sejak pukul 08.54 WIB. Mulai dari petani, tokoh agama, hingga aparat pemerintahan daerah dan TNI-Polri, semua menyatu dalam satu misi: mendukung ketahanan pangan nasional dari desa. Acara dipimpin langsung oleh Mayjen TNI Joko Hadi Susilo selaku Aster Kasad.

Irigasi baru ini dirancang untuk mengairi 424 hektare sawah yang sebelumnya hanya mengandalkan hujan. Dampaknya luar biasa—petani yang dulu hanya bisa menanam sekali setahun kini punya peluang panen dua hingga tiga kali. “Inilah bukti konkret bahwa TNI AD hadir langsung untuk rakyat,” ujar KASAD Maruli dalam sesi bincang santai bersama media.

Gubernur Dedi Mulyadi pun tak kalah antusias. Ia membeberkan rencana besar Pemprov Jabar dalam mendukung program ini. Dalam dua tahun ke depan, ia menargetkan semua sawah tadah hujan di Jabar sudah memiliki sistem irigasi. Selain itu, akan dibangun 1.000 titik air bersih di berbagai wilayah dan disiapkan insentif untuk Babinsa yang ikut mendampingi program ketahanan pangan ini.

Acara tak hanya diisi sambutan dan simbolis pengaliran air. Ada pula penyerahan 500 paket sembako dari KASAD kepada warga, doa bersama lintas agama, dan ramah tamah yang mempererat hubungan antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. Semua berlangsung dalam suasana akrab dan penuh harapan.

Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Faisol Izzudin Karimi yang juga hadir, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus dikawal hingga hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. “Ini bukan proyek jangka pendek. Kami siap mendampingi warga sampai mandiri,” katanya.

Apa yang dilakukan TNI AD bersama Pemprov Jabar di Sukabumi bukan sekadar membangun saluran air. Ini adalah upaya membangun masa depan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan. Kehadiran negara lewat program nyata seperti ini menjadi angin segar bagi petani yang selama ini berjibaku dengan alam.