BOGOR - Rancabungur dilanda banjir, meninggalkan ratusan keluarga dalam kesulitan. Kabar baiknya, uluran tangan mulai berdatangan. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik berupa 750 paket makanan siap saji, yang tiba di Kantor Kecamatan Rancabungur pada Minggu (10/8/2025) siang.

Bantuan ini menjadi oase di tengah kepanikan warga terdampak banjir di tujuh desa: Cimulang, Bantarsari, Pasirgaok, Rancabungur, Candali, Mekarsari, dan Bantarjaya. Diperkirakan antara 559 hingga 639 kepala keluarga harus berjuang menghadapi dampak banjir yang meluluhlantakkan rumah dan harta benda mereka.

Sejak pagi buta, tim gabungan dari berbagai instansi, termasuk BPBD, DPKPP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Binwil, dan PSDA, telah terjun langsung ke lapangan. Mereka bahu-membahu melakukan penanganan darurat, mulai dari meninjau lokasi banjir, mengatur debit air, mengeruk aliran sungai yang tersumbat, menangani tumpukan sampah, hingga membersihkan rumah warga dan fasilitas umum seperti masjid.

Aksi cepat tanggap ini terbagi menjadi dua fokus utama: Desa Cimulang dan Desa Pasirgaok. Di Desa Cimulang, dukungan datang dari Pramuka, Karang Taruna, ormas, dan pihak kecamatan. Sementara di Desa Pasirgaok, IPSM, Karang Taruna, ormas, dan pihak kecamatan turut ambil bagian. Sebanyak 300 anggota Pramuka dikerahkan untuk membantu evakuasi dan penyaluran bantuan, sebuah pengorbanan yang membutuhkan izin khusus dari sekolah agar mereka dapat bertugas penuh.

Namun, di balik semangat gotong royong, ada tantangan yang menghadang. Aliran sungai tersumbat oleh sampah dan pembangunan yang menghalangi jalur air. Di Desa Cimulang, warga harus berhadapan dengan ancaman gigitan ular, menambah daftar panjang kesulitan. Kabar duka juga datang dari Desa Bantarsari, di mana seorang warga meninggal dunia akibat tersengat listrik.

“Kami telah menyiapkan 750 paket bantuan makanan siap saji yang akan didistribusikan kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Rancabungur dan sekitarnya. Distribusi dilakukan secara bertahap melalui posko kecamatan agar tepat sasaran. Kami juga berkoordinasi dengan BPBD, DLH, PSDA, dan relawan untuk penanganan darurat. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, mengutamakan keselamatan, dan segera melapor jika membutuhkan bantuan,” ujar Andre, perwakilan Dinas Sosial.

Mamit, seorang warga yang terdampak banjir, dengan nada pilu menceritakan bagaimana banjir semakin parah sejak pagi. “Air mulai naik sejak malam, tapi puncaknya tadi pagi sudah masuk ke rumah. Kami sangat terbantu dengan datangnya bantuan dan relawan, apalagi ada anak-anak dan lansia. Kami berharap perahu karet dan pompa penyedot air bisa segera ditambah, karena genangan masih tinggi di beberapa titik,” ungkapnya.

Saat ini, kebutuhan mendesak meliputi perahu karet dan mesin sedot air dari BPBD, suplai air bersih dari Damkar, serta armada pengangkut sampah dari DLH. Bagi warga yang membutuhkan penanganan kesehatan, dapat menghubungi dr. Farida di nomor 0812-1891-722.

Upaya penanganan banjir di Rancabungur terus dikebut secara terpadu oleh pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat. Fokus utama saat ini adalah evakuasi warga, distribusi bantuan, dan pencegahan risiko lanjutan akibat genangan air yang masih tinggi. Semoga Rancabungur segera pulih dan warga dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.*