Sukabumi, 31 Juli 2025 — Bagi sebagian orang, rumah hanyalah tempat untuk pulang. Tapi bagi warga kurang mampu di Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, rumah yang layak huni adalah impian yang lama terpendam. Kini, impian itu mulai diwujudkan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 yang menyasar pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di berbagai titik desa.
Salah satu rumah yang sedang dikerjakan adalah milik Bapak Ahmad di Kampung Cimanggu 2. Hingga akhir Juli, progres pembangunan telah mencapai 65 persen. Di lokasi itu, semangat gotong royong terlihat jelas — 4 personel TNI, 7 warga, dan 1 aparatur desa bahu-membahu membangun harapan baru untuk satu keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Tak hanya rumah Bapak Ahmad, Satgas TMMD juga menggarap rumah milik Bapak Uma yang berada di kampung yang sama. Dengan capaian 55 persen, proses pembangunan terus dikebut demi mengejar target penyelesaian tepat waktu. Dansatgas TMMD ke-125, Letkol Kav Andhi Ardana Valeriandra P, menegaskan bahwa pembangunan rumah ini merupakan bagian dari upaya TNI menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami ingin kehadiran TNI bukan hanya dirasakan saat pengamanan, tetapi juga ketika rakyat membutuhkan tangan yang membangun. Rumah layak bukan kemewahan, tapi kebutuhan dasar,” ujar Letkol Andhi.
Cerita serupa juga datang dari Kampung Cisireum, di mana rumah Ibu Dedeh yang sebelumnya nyaris roboh kini berdiri kembali dengan struktur baru yang lebih kokoh. Pengerjaan telah mencapai 70 persen. Haru dan rasa syukur tampak jelas dari wajah Ibu Dedeh saat menyaksikan rumahnya perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman.
Di Kampung Palasari, giliran rumah Bapak Iyus yang menjadi sasaran pembangunan Rutilahu. Meski baru mencapai 50 persen, antusiasme warga sekitar untuk turut serta dalam pembangunan menunjukkan bahwa TMMD bukan hanya proyek fisik, tetapi juga alat perekat sosial yang memperkuat rasa kebersamaan antarwarga dan aparat.
Semangat itu juga mengalir di Kampung Joglo, tempat rumah Bapak Kusnadi tengah dikerjakan oleh gabungan personel TNI dan warga. Dengan progres 60 persen, bangunan sederhana yang dulu nyaris ambruk kini mulai terlihat rapi. Program TMMD ini jelas membawa dampak bukan hanya pada fisik bangunan, tapi juga pada semangat hidup keluarga penerima bantuan.
Kampung Cimanggu menjadi titik lain dari misi mulia ini. Di sana, rumah Bapak Endang yang sebelumnya reyot, kini tengah dalam proses perbaikan. Meski baru 50 persen selesai, kerja keras tim TMMD dan partisipasi warga setempat menegaskan bahwa perubahan nyata sedang berlangsung di desa-desa pelosok Sukabumi.
Program TMMD ke-125 adalah gambaran nyata dari kemanunggalan TNI dan rakyat. Di balik angka-angka progres pembangunan, tersimpan cerita tentang harapan, semangat kolektif, dan cita-cita untuk hidup lebih layak. TNI bukan hanya hadir di medan perang, tapi juga di tengah masyarakat yang ingin bangkit dari keterpurukan.