Sukabumi – Pagi di Desa Langkap Jaya tampak lebih sibuk dari biasanya. Ratusan warga berkumpul di lapangan, menyambut pembukaan TMMD ke-125 Tahun 2025 yang digelar Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi. Tak hanya warga, hadir pula para petinggi TNI dan pejabat daerah, termasuk Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Faisol Izzuddin Karimi, yang datang langsung meninjau lokasi.

Di tengah suasana penuh antusiasme itu, Bupati Sukabumi H. Asep Jafar, M.M. memimpin upacara sebagai inspektur. Program tahunan yang mengusung semangat gotong royong ini kembali menegaskan komitmen TNI dalam membantu pembangunan desa, tak hanya lewat tenaga, tapi juga lewat pendekatan sosial dan kemasyarakatan.

Tahun ini, tema yang diangkat cukup kuat: “Dengan Semangat TMMD, Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Nasional di Wilayah.” Artinya, bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga penyadaran masyarakat lewat program edukatif. Mulai dari jalan sepanjang dua kilometer yang bakal diaspal, pembangunan sumur bor, perbaikan MCK, hingga renovasi rumah tidak layak huni—semua digarap bareng.

TMMD ke-125 juga menyentuh aspek yang lebih personal bagi masyarakat, seperti penurunan angka stunting untuk 100 anak, pelayanan KB, serta pembangunan ruang bermain anak. Anak-anak di Langkap Jaya sebentar lagi bisa bermain di tempat yang lebih aman dan layak.

Tak hanya itu, sisi non-fisik juga diperkuat. Warga akan mendapatkan penyuluhan seputar pertanian, bela negara, hukum, hingga pembinaan keagamaan. Harapannya, warga tidak hanya merasakan manfaat secara fisik, tapi juga bertambah wawasan dan percaya diri membangun desa sendiri.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Faisol menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam TMMD ini. “Kami datang bukan hanya membawa alat berat dan prajurit. Kami hadir membawa semangat kebersamaan, karena membangun desa tak bisa sendiri,” ujarnya di hadapan warga dan tamu undangan.

Dengan dibukanya TMMD ke-125 ini, Desa Langkap Jaya dan wilayah sekitarnya bersiap memasuki babak baru pembangunan yang lebih merata. Program ini membuktikan bahwa dari desa yang kecil, bisa tumbuh harapan besar untuk masa depan Indonesia.***