Jakarta - Kecelakaan maut yang melibatkan bus Transjakarta di Jalan Margasatwa Raya, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/2/2026), memicu sorotan tajam dari Center for Budget Analysis (CBA). Tragedi yang menewaskan seorang pejalan kaki berinisial S (27) tersebut kini menyeret perhatian publik pada kinerja keuangan sang operator transportasi.

Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menyatakan bahwa insiden ini seharusnya menjadi momentum refleksi menyeluruh bagi PT Transportasi Jakarta. Ia menilai terdapat ironi besar dalam pengelolaan perusahaan, di mana laba bersih terus mengalami penyusutan meski mendapatkan kucuran subsidi yang semakin besar dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan data yang dipaparkan CBA, laba komprehensif PT Transportasi Jakarta pada 2024 hanya tercatat sekitar Rp197 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan laba tahun 2022 yang mencapai Rp342 miliar dan tahun 2021 sebesar Rp280 miliar.

"Padahal subsidi dari APBD DKI Jakarta pada 2024 jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tetapi labanya justru minimal," ujar Uchok dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Uchok merinci bahwa pada 2021, Transjakarta menerima subsidi sekitar Rp2,7 triliun dengan perolehan laba Rp280 miliar. Namun, pada 2024, nilai subsidi melonjak menjadi sekitar Rp3,6 triliun, sementara laba justru merosot ke angka Rp197 miliar.

Menurutnya, kondisi "subsidi tinggi, laba minimal" merupakan anomali yang harus diwaspadai. Mengingat dana tersebut bersumber dari pajak masyarakat, Uchok menekankan pentingnya pengelolaan yang transparan dan akuntabel guna menjamin keselamatan penumpang sekaligus kesehatan finansial perusahaan.

Atas dasar tersebut, CBA mendesak Kejaksaan Agung untuk segera membuka penyelidikan terkait kinerja keuangan PT Transportasi Jakarta. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan tidak adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran negara serta mendorong perbaikan tata kelola transportasi publik di ibu kota.

Kini, Transjakarta menghadapi tantangan ganda untuk membuktikan komitmennya dalam menjaga keselamatan layanan sekaligus transparansi keuangan demi mengembalikan kepercayaan masyarakat.*