BOGOR — Warga Kampung Dukuh Menteng RT 01/08, Desa Pasir Erih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, mendesak pemerintah desa segera merealisasikan pembangunan tanggul penahan air. Pasalnya, pemukiman mereka kini terancam banjir bandang akibat pengikisan arus sungai yang semakin parah.

Kekhawatiran warga ini telah berlangsung selama empat tahun. Selama periode tersebut, warga mengaku telah berulang kali melaporkan kondisi lingkungan mereka, namun hingga kini belum ada tindak lanjut nyata dari pihak pemerintah desa. Janji pembangunan benteng penahan air yang direncanakan pada awal tahun ini pun belum menunjukkan tanda-tanda pelaksanaan.

Salah seorang warga Eman mengungkapkan bahwa kondisi beberapa rumah penduduk sudah sangat memprihatinkan. Arus sungai telah mengikis tanah di bawah fondasi bangunan hingga menyebabkan posisi rumah menggantung dan rawan ambruk.

"Belum ada tanggapan dari pihak Desa Pasir Erih. Saya sudah laporkan ini, banyak rumah warga kondisinya memprihatinkan. Sudah empat tahun berlalu tapi belum ada respons, bahkan pengecekan ke lokasi pun belum pernah dilakukan," ujarnya Eman ditemui awak media, baru-baru ini.

Lantaran tak kunjung mendapat bantuan, warga terpaksa melakukan upaya mandiri dengan biaya pribadi. Ironisnya, demi menyelamatkan tempat tinggal dari gerusan air, terdapat warga yang terpaksa menjual hewan ternak mereka untuk membiayai pembangunan tanggul darurat.

"Karena tidak ada bantuan, kami warga terpaksa berusaha sendiri. Sampai ada yang menjual tiga ekor kambing hanya untuk biaya membuat benteng sementara agar tidak semakin terkikis air. Tapi ini hanya solusi sementara, tidak akan kuat menahan debit air besar apalagi kalau hujan lebat," tambahnya.

Warga menjelaskan bahwa lokasi permukiman berada dekat dengan titik aliran air yang memiliki kapasitas besar. Ancaman banjir bandang yang terjadi di berbagai daerah belakangan ini semakin menambah kecemasan penduduk setempat.

"Banyak rumah warga sudah menggantung, contohnya rumah Ibu Uca, bahkan rumah saya sendiri. Kalau air meluap, kami takut semua rumah ini hanyut terbawa arus. Kami sangat khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti di daerah lain," tegasnya.

Lebih lanjut, warga menagih janji Pemerintah Desa Pasir Erih yang sebelumnya menyatakan akan membangun benteng penahan air pada awal tahun 2024. Warga berharap pemerintah tidak hanya memberikan janji manis, tetapi memberikan bukti nyata demi keselamatan jiwa dan harta benda mereka.